Akeda Bagus

Code wrangler

Pekanbaru — 27 March 2017
Bell’s Palsy — 26 March 2017

Bell’s Palsy

Saudara istri saya terkena Bell’s Palsy. Dia sudah sembuh setelah melalui terapi rutin. Bagi yang belum pernah mendengar, Bell’s Palsy merupakan kelumpuhan sementara. Mungkin Anda pernah mendengar Rano Karno terkena Bell’s Palsy karena AC mobil. Atau dalam kasus saudara istri saya, dokter mengatakan karena terlalu sering berada di depan komputer. Saya tergolong sering menghabiskan waktu di depan komputer dan mendengar ini membuat saya sedikit cemas. Karena saya skeptis, saya coba googling. Saya kutip dari sumber yang kredibel, National Institue of Neurological Disorders and Stroke (NINDS). Berikut rangkuman Fact Sheet-nya:

Apa itu Bell’s Palsy

Bentuk kelumpuhan sementara di area wajah.

Gejala Bell’s Palsy

Gejala bervariasi. Mulai dari melemahnya otot sampai lumpuh total. Gejala ini meliputi berkedut, letih, lumpuh di sebelah atau (cukup jarang) keselurahan wajah. Gejala lainnya meliputi turunnya kelopak mata dan ujung mulut, “ngeces”, keringnya mata atau mulut, terganggunya indra perasa, dan keluarnya air mata berlebihan dari salah satu mata.

Penyebab Bell’s Palsy

Tidak diketahui. Beberapa ilmuwan percaya virus dari keluarga herpes adalah penyebabnya. Untuk lebih lengkap silahkan baca tautan di atas dan Wikipedia.

Kesimpulan

Tidak ada penyebutan AC dan berada di depan komputer dalam waktu lama menjadi penyebabnya 😉. Meskipun gejalanya terlihat seperti stroke, Bell’s Palsy bersifat sementara. Tetap pastikan untuk membawanya ke dokter ahli saraf dan ikuti terapinya secara rutin.

Hujan — 25 March 2017
Coworking at Sakala — 24 March 2017
Pengalaman naik Silver Bird — 23 March 2017

Pengalaman naik Silver Bird

Saat itu tengah malam, 11:30 PM. Saya baru pulang dari Vienna, tiba di terminal 2 CKG. Shelter terdekat adalah Silver Bird. Karena malas dan letih, saya coba naik Silver Bird. First Time. Selama perjalanan dari bandara sampai Bekasi saya diam. Mencoba tidur. Akhirnya pas tiba di rumah. Saya lihat argo sudah 430 ribuan. Fuck. Harganya sama kayak bolak-balik ke/dari bandara naik taxi biasa atau Uber.

Saya lihat ada card swipe machine. Saya tanya, “Bisa pakai debit atau credit card kan, Pak?”. Beliau menjawab “Lagi rusak”. Humm. Untung ada cash di dompet. Beliau menambahkan “Ada surcharge 8 ribu”. Humm. Akhirnya Saya kasih 450 ribu. Dengan berat hati. Hopefully that was my first and will be the last ride with Silver Bird  😕.

Pos pertamax — 1 February 2017